Mendikdasmen Kaji Usulan DPN tentang Murid tidak Otomatis Naik Kelas
Sumber foto: Dok. Kemendikdasmen
Mendikdasmen menyoroti penguatan budaya belajar murid melalui rencana kajian kebijakan rekomendasi DPN yakni murid tidak lagi otomatis naik kelas sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.
Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. menyoroti budaya belajar murid yang perlu diperkuat. Salah satu rencana yang mencuat yakni murid tidak lagi otomatis naik kelas sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Rencana tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (2/10), sebagaimana dikutip dari NusaBali.Com. Dia mengatakan, kebijakan tidak naik kelas merupakan rekomendasi Dewan Pendidikan Nasional yang masih membutuhkan kajian akademik dan masukan para pakar.
"Termasuk peningkatan mutu, kami mendapatkan masukan, termasuk masukan dari Pak Yanto (Ketua Dewan Pendidikan Nasional) dan kawan-kawan di Dewan Pendidikan Nasional, supaya kebijakan tidak naik kelas diberlakukan lagi. Ini rekomendasi Dewan Pendidikan Nasional,” ujar Abdul Mu'ti.
Menurutnya, apabila rekomendasi tersebut menjadi bagian dari rekomendasi konvensi dan mendapat persetujuan, Kemendikdasmen siap menindaklanjutinya. Namun, kebijakan tersebut masih berupa rencana dan belum menjadi ketentuan yang diterapkan secara nasional.
"Kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan,” katanya.
Abdul Mu'ti menilai peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kebiasaan belajar murid. Dia menyoroti kondisi ketika murid yang rajin maupun malas memperoleh perlakuan yang sama dalam persoalan kenaikan kelas.
"Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS: rajin, malas, sama saja,” ujarnya.
Dia mengatakan murid perlu dibiasakan memiliki jiwa yang rajin belajar, siap berkompetisi, dan menjadi anak-anak yang tangguh. Penguatan karakter tersebut menjadi salah satu kebijakan Kemendikdasmen dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti juga menekankan penguatan Bimbingan Konseling (BK). Pendekatan terhadap murid, kata dia, perlu dilakukan secara lebih humanis dengan mengedepankan pendampingan. Tidak hanya guru BK, seluruh guru juga didorong memiliki kemampuan dalam memberikan bimbingan kepada murid. Menurut Abdul Mu'ti, hal tersebut membutuhkan pelatihan agar guru memiliki kemampuan di bidang konseling.
Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya akan meminta kajian akademik dan masukan para pakar apabila rekomendasi tersebut ditindaklanjuti. “Jangan lupa kalau kami undang nanti juga hadir, karena pasti kami memerlukan kajian akademik, mesti memerlukan masukan dari para pakar,” ujarnya.
Informasi Artikel
- Kategori
- Berita
- Tanggal Terbit
- 7 Okt 2026
- Penerbit
- Dewan Pendidikan Nasional
Bagikan