Henny Supolo Sitepu
Biodata
Henny Supolo Sitepu, biasa dipanggil Henny, lahir di Kediri, 16 September 1954, memperoleh gelar sarjana Sastra Inggris Universitas Indonesia (1979), studi Organisasi Sekolah di Western Australia University (1989), dan Master of Arts dalam Curriculum and Teaching di Michigan State University (1995), selama satu tahun mempelajari beberapa topik kebutuhan khusus di College of Allied Educators di Jakarta. Anggota tim perintis Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu sejak 1985. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru (YCG) sejak 2006 dan mendirikan Sekolah Guru Kebinekaan. Menjadi staf non-litigasi di LBH Jakarta (1980-1984) dan Anggota Dewan Pembina Yayasan LBH Indonesia (2010-2018). Anggota Komite Etik Lembaga Eijkman Jakarta (2003-2020). Mendampingi advokasi Yayasan Mitra Netra (1993-2001) dan pendirian sekolah Dyatmika, Bali (1995-2002). Sepuluh tahun (2001-2010) sebagai konsultan pendidikan Konferensi Anak Indonesia yang diadakan Majalah Bobo. Menjadi juri untuk Yap Thiam Hien Award (2018), Rooseno Award (2018), serta lomba guru inovatif Citi Success Fund (2003-2012). Pembicara dan fasilitator berbagai pertemuan pendidikan, parenting, keragaman dan kebangsaan, kesetaraan gender, pengelolaan kelas berbasis kekuatan lingkungan pada berbagai konferensi, seminar dan workshop nasional dan internasional. Penulis artikel dan cerpen di Kompas, Jakarta Post, Republika, Media Indonesia, majalah Femina, Ayah Bunda, Sarinah, Kartini, Intisari dan bersama tim menulis beberapa buku mengenai keragaman dan kesetaraan gender. Saat ini menjadi staf ahli di Al Izhar, ketua Yayasan Cahaya Guru dan pembina Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Terus aktif dalam komunitas mencegah perkawinan anak, komunitas lintas kepercayaan dan berbagai komunitas lain.
Dewan Pendidikan Nasional
Pendidikan Dasar dan Menengah — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia